”Ia mengerti Ken Arok mempunyai cara berperang tanpa membuka gelar. Keselamatan dan keagungan Tumapel terjamin dalam tangannya. Hanya ia sendiri kehilangan tempat di samping suami yang dicintainya, kehilangan balatentara yang bisa diperintahnya. Dan dalam kandungannya seorang bayi, anak dari musuh suaminya, sedang menunggu giliran untuk berkuasa atas Tumapel. Dan bayi itu adalah anak Ken Arok yang menang atas Tumapel. Bayinya adalah anak yang dikalahkannya.
Pramoedya Ananta Toer - Arok Dedes.